Asiknya Kuliah Tugas - Ngerjain tugas bareng temen sampek malem minum kopi tetep hepi.

Tuesday, November 29, 2016

Makalah Pentingnya Integrasi Nasional Bagi Bangsa Indonesia

4:39 AM Posted by Hawari Muhtarom , 4 comments
Manajemen Informatika Politeknik Negeri Lampung - Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya. Dibawah ini merupakan makalah Pentingnya Integrasi Nasional Bagi Bangsa Indonesia.
BAB I
PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang
Pengetahuan kita mengenai kebudayaan Indonesia sangatlah kurang, anak muda zaman sekarang lebih megetahui tentang moderanisasi ketimbang tradisional. Pengaruh kebudayaan luar menyebabkan kurangnya pengetahuan kita mengenai proses kebudayaan yang ada di Indonesia. Kurangnya pengetahuan akan hak dan kewajiban kita sebagai warga negara menimbulkan hilangnya rasa persatuan kita baik terhadap sesama maupun negara. Masing-masing individu lebih mementingkan kepentingannya sendiri, tanpa ada rasa peduli terhadap sesamanya.
Sebagai warga Negara Indonesia yang baik, haruslah memiliki rasa Integrasi nasional.Yaitu suatu sikap kepedulian terhadap sesama serta memiliki rasa persatuan yang tinggi, baik terhadap bangsa negara, agama, sosial budaya maupun keluarga.

1. 2 Rumusan Masalah
1.      Apakah definisi dari Integrasi Nasional ?
2.      Apa sajakah faktor-faktor yang memengaruhi integrasi nasional?
3.      Seberapa penting Integrasi Nasional bagi Bangsa Indonesia?

1. 3 Tujuan
1.      Mengetahui definisi Integrasi Nasional
2.      Mengetahui faktor-faktor pendorong,  pendukung dan penghambat Integrasi Nasional
3.      Mengetahui pentingnya Integrasi Nasional bagi Bangsa Indonesia



BAB II
PEMBAHASAN

2. 1 Definisi Integrasi Nasional
Integrasi Nasional berasal dari 2 kata, yakni Integrasi dan Nasional. Integrasi ini berasal dari Bahasa Inggris (integrate) yang memiliki arti menyatupadukan, mempersatukan atau menggabungkan. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Integrasi memiliki arti pembauran sehingga menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh.
Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya. Di satu sisi hal ini membawa dampak positif bagi bangsa karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara bijak atau mengelola budaya budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat, namun selain menimbulkan sebuah keuntungan, hal ini juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru. Kita ketahui dengan wilayah dan budaya yang melimpah itu akan menghasilkan karakter atau manusia manusia yang berbeda pula sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia.
Secara Politis. Integrasi Nasional secara politis ini memiliki arti bahwa penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional. Secara Antropologi.Integrasi Nasional secara antropologis ini berarti bahwa proses penyesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai suatu kesatuan fungsi di dalam kehidupan masyarakat.

2. 2 Faktor - Faktor Yang Memengaruhi Integrasi Nasional
Di dalam Integrasi Nasional memiliki berbagai faktor yang dapat mempengaruhi Integrasi Nasional itu sendiri, berikut faktor-faktor integrasi nasional :
1.      Faktor Pendorong Integrasi Nasional
ΓΌ  Adanya rasa yang senasib dan seperjuangan yang diakibatkan oleh faktor-faktor sejarah.
ΓΌ  Adanya ideologi nasional yang tercermin di dalam simbol negara yakni Garuda Pancasila dan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
ΓΌ  Adanya sikap tekad dan keinginan untuk kembali bersatu di dalam kalangan Bangsa Indonesia seperti yang telah dinyatakan di dalam Sumpah Pemuda.
ΓΌ  Adanya ancaman dari luar yang menyebabkan adanyadan munculnya semangat nasionalisme dalam kalangan Bangsa Indonesia.

2.      Faktor Pendukung Integrasi Nasional
ΓΌ  Penggunaan bahasa Indonesia.
ΓΌ  Semangat persatuan serta kesatuan di dalam Bangsa, Bahasa dan Tanah Air Indonesia.
ΓΌ  Adanya Kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama yakni Pancasila.
ΓΌ  Adanya jiwa dan rasa semangat dalam bergotong royong, solidaritas serta toleransi keagamaan yang sangat kuat.
ΓΌ  Adanya rasa senasib dan sepenanggungan yang diakibatkan oleh penderitaan semasa penjajahan.

3.      Faktor Penghambat Integrasi Nasional
ΓΌ  Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang memiliki sifat heterogen.
ΓΌ  Kurangnya toleransi antar sesama golongan.
ΓΌ  Kurangnya kesadaran di dalam diri masing-masing rakyat Indonesia terhadap segala ancaman dan gangguan yang mucul dari luar.
ΓΌ  Adanya sikap ketidakpuasan terhadap segala ketimpangan dan ketidak merataan hasil pembangunan.

2. 3 Pentingnya Integrasi Nasional Bagi Bangsa Indonesia
Integrasi nasional penting untuk diwujudkan dalam kehidupan masyrakat Indonesia dikarenakan Indonesia merupakan negara yang masih berkembang atau dapat dikatakan negara yang masih mencari jati diri. Selain itu, integrasi nasional sangat penting untuk diwujudkan karena integrasi nasional merupakan suatu cara yang dapat menyatukan berbagai macam perbedaan yang ada di Indonesia.
Indonesia sangat dikenal dengan keanekaraganm suku,budaya dan agama. Oleh sebab itu, adanya pengaruh globalisasi yang masuk ke Indonesia membuat masyarakat Indonesia lebih memilih untuk suatu yang trend walaupun hal tersebut membuat upaya integrasi tidak terwujud. Masyarakat Indonesia belum sadar akan pengaruh globalilasi yang ternyata tidak baik bagi masyarakat Indonesia. Selain pengaruh globalisasi, masyarakat Indonesia bertindak atas wewenang sendiri maupun kelompok sehingga konflik terjadi dimana-mana seperti pertengkaran antar suku, pembakaran tempat-tempat ibadah dan lain sebagainya. Konflik tersebutlah yang membuat integrasi nasional susah diwujudkan. Upaya integrasi terus dilakukan agar Indonesia menjadi satu kesatuan yang mana disebutkan dalam semboya bhinneka tunggal ika.
Adanya upaya mengintegrasikan Indonesia, perbedaan-perbedaan yang ada tetap harus diakui dan dihargai sehingga Indonesia menjadi negara yang dapat mencapai tujuannya. Selain menghargai dan mengakui berbagai macam perbedaan di Indonesia, masyarakat Indonesia harus memliki rasa toleransi terhadap sesama sehingga tidak terjadi konflik yang berkepanjangan yang dapat merugikan Indonesia.



BAB III
PENUTUP

3. 1Kesimpulan
Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional. Masyarakat yang terintegrasi dengan baik adalah harapan bagi setiap negara, salah satunya Indonesia. Sebab masyarakat yang terintegrasi dapat mencapai tujuan yang ada di Indonesia.

3. 2Saran
Bagi pembaca diharapkan agar mengetahui apakah Integrasi Nasional serta berbagai faktor yang mempengaruhi dan pentingnya Integrasi Nasional Bagi Bangsa Indonesia. Dengan mengetahui pentingnya Integrasi Nasional Bagi Bangsa Indonesia., diharapkan kita bisa menjadi warga negara yang baik dan mampu melaksanakan proses pemersatuan perbedaan perbedaan yang ada pada negara kita sehingga terciptanya keserasian dan tidak adanya konflik dalam negara ini.
DAFTAR PUSTAKA

https://putriwindu.wordpress.com/2012/04/29/integrasi-nasional/
http://www.pengertianilmu.com/2015/07/normal-0-false-false-false-en-us-x-none27_93.html
http://www.habibullahurl.com/2015/05/faktor-faktor-pendorong-pendukung-dan-penghambat-integrasi-nasional.html
http://silva.web.unej.ac.id/2015/09/14/pentingnya-integrasi-nasional-bagi-indonesia/


Penalaran Deduktif Induktif, Negasi, Konjungsi, Disjungsi ( Eksklusif dan Inklusif)

4:33 AM Posted by Hawari Muhtarom 1 comment
   Manajemen Informatika Politeknik Negeri Lampung - Dalam logika informatika terdapat sebuah pernyataan yang menyatakan sebuah nilai kebenaran dan didalamnya juga memiliki aturan aturan tertentu seperti Penalaran Deduksi, induktif, negasi atau ingkaran, konjungsi, disjungsi (disjungsi eksklusif dan inklusif) berikut ini penjelasan lebih jauh mengenai aturan-aturan tersebut

1.      PENALARAN
A.    PENALARAN DEDUKSI

 Pengertian Penalaran Deduksi
Penalaran Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus, selain itu metode deduksi ialah cara penanganan terhadap sesuatu objek tertentu dengan jalan menarik kesimpulan mengenai hal-hal yang bersifat umum.

 Contoh Penalaran Deduksi
Semua makhluk hidup memerlukan sinar matahari     (Premis mayor)
Tumbuhan adalah makhluk hidup                               (Premis minor)
Tumbuhan  memerlukan sinar matahari                      (Kesimpulan)

B.     PENALARAN INDUKTIF

 Pengertian Penalaran Induksi
Penalaran Induksi merupakan cara berpikir di mana ditarik kesimpulan umum dari berbagai kasus yang bersifat individual, selain itu metode induksi ialah cara penanganan terhadap suatu objek tertentu dengan jalan menarik kesimpulan yang bersifat umum atau bersifat lebih umum berdasarkan atas pemahaman atau pengamatan terhadap sejumlah hal yang bersifat khusus.

 Contoh Penalaran Induksi
Sapi berkembang biak dengan cara melahirkan                                  ( Premis 1)
Kerbau berkembang biak dengan cara melahirkan                             ( Premis 2)
Kucing berkembang biak dengan cara melahirkan                             ( Premis 3)
Lumba-Lumba berkembang biak dengan cara melahirkan                 ( Premis 4)
Hewan mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan               ( Kesimpulan)

2.      PERNYATAAN KALIMAT (B/S)

Pernyataan disebut juga kalimat deklaratif yaitu kalimat yang bersifat menerangkan. Disebut juga proposisi.Pernyataan/ Kalimat Deklaratif/ Proposisi adalah kalimat yang bernilai benar atau salah tetapi tidak keduanya.
Contoh :
1.         Jakarta adalah ibukota Indonesia        (Benar).
2.         Semua hewan mamalia melahirkan     (Benar).
3.         8 merupakan bilangan ganjil               (Salah).
4.         10 x 2 = 40                                          (Salah).
3.      NEGASI / INGKARAN

Pengertian Negasi
Negasi dari suatu pernyataan adalah ingkaran atau penyangkalan dari pernyataan tersebut. Secara sederhana, negasi dapat diartikan sebagai ingkaran atau penyangkalan. Negasi dari suatu pernyataan biasanya menggunakan kata “tidak benar” atau “bukan”untuk menyangkal pernyataan aslinya. Apabila suatu pernyataan disimbolkan dengan P, maka negasi dari pernyataan tersebut disimbolkan dengan ~P

 Tabel Kebenaran
P
~ P
B
S
S
B

 Contoh Negasi
Mita merupakan siswa tercantik di kelasnya ( P )
Mita merupakan siswa tercantik di kelasnya (~ P )


4.      KONJUNGSI

 Pengertian Konjungsi
Konjungsi adalah suatu kalimat majemuk yang menggunakan kata hubung "DAN" / "AND". Notasinya adalah "^". Dapat bernilai Benar jika kedua pernyataan bernilai Benar (B).

 Tabel Kebenaran
P
Q
P ^ Q
B
B
B
B
S
S
S
B
S
S
S
S

 Contoh Konjungsi
Andi adalah seorang mahasiswa. (B)                                                              (P)
Andi adalah seorang karyawan perusahaan swasta. (B)                                 (Q)
Andi adalah seorang mahasiswa dan karyawan perusahaan swasta. (B)        (P ^ Q)




5.      DISJUNGSI

 Pengertian Disjungsi
Disjungsi adalah suatu kalimat majemuk yang menggunakan kata hubung "ATAU" / "OR". Notasinya adalah "v". Dapat bernilai Salah jika kedua pernyataan Salah (S)

Tabel Kebenaran
P
Q
P v Q
B
B
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S

Contoh Disjungsi
Air adalah benda cair. (B)                                                                   (P)
Es adalah air yang mendidih. (S)                                                        (Q)
Air adalah benda cair atau es adalah air yang mendidih. (B)             (P v Q)


6.      DISJUNGSI INKLUSIF

 Pengertian Disjungsi Inklusif
Disjungsi inklusif adalah jika p dan q merupakan dua buah per-nyataan maka "p q" bernilai BENAR (B) jika p dan q keduanya bernilai benar, atau salah satu bernilai salah, sebaliknya "p q" bernilai SALAH (S) jika keduanya bernilai salah.

 Tabel Kebenaran
P
Q
P v Q
B
B
B
B
S
B
S
B
B
S
S
S

ΓΌ Contoh Disjungsi Inklusif
Ani rajin belajar.                                              (P)
Ani anak yang pintar.                                      (Q)
Ani rajin belajar atau anak yang pintar.          ( P v Q )
Di sini mempunyai dua pengertian:
(1) Ani anak yang rajin belajar saja atau anak yang pintar saja tetapi tidak keduanya.
(2) Ani anak yang rajin belajar saja atau anak yang pintar saja tetapi mungkin juga keduanya.



7.      DISJUNGSI EKSLUSIF

 Pengertian Disjungsi Ekslusif
Disjungsi ekslusif adalah jika p dan q merupakan dua buah pernyataan maka "p q" bernilai BENAR (B) jika salah satu bernilai salah (S) atau salah satu bernilai (B), sebaliknya "p q" bernilai SALAH (S) jika keduanya bernilai benar (B) atau keduanya bernilai salah (S).

Tabel Kebenaran
P
Q
P v Q
B
B
S
B
S
B
S
B
B
S
S
S

 Contoh Disjungsi Ekslusif
Reina pergi ke Amerika.                                 (P)
Reina pergi ke Eropa.                                      (Q)
Reina pergi ke Amerika atau Eropa.               (P v Q)
Dalam contoh tersebut, Reina hanya pergi ke Amerika saja atau Eropa saja, dan tidak mungkin pergi ke Amerika sekaligus pergi ke Eropa.