Asiknya Kuliah Tugas - Ngerjain tugas bareng temen sampek malem minum kopi tetep hepi.

Sunday, October 23, 2016

5 Contoh Penggunaan Algoritma While Dan For Dalam Pseudocode

6:21 AM Posted by Hawari Muhtarom 3 comments
Algoritma dan Pemrograman - Manajemen Informatika Politeknik Negeri Lampung - Dalam algoritma While and For digunakan dalam konsep pengulangan. Kita tahu bahwa program yang efisien adalah program yang memungkinkan pengguna bekerja sesedikit mungkin dan komputer bekerja sebanyak mungkin. Program berulang memiliki 3 komponen yang mengendalikannya yaitu Inisialisasi, Jumlah Iterasi dan Kondisi Berhenti. 
Dalam Sintak While program akan mengecek kondisi kebenarannya terlebih dahulu setelah itu diproses, dan untuk Sintak Do While program akan memroses terlebih dahulu setelah itu dicek kondisi kebenarannya.
Untuk Sintak For jumlah perulangan sudah diketahui serupa dengan while  pengecekan dilakukan diawal.
Berikut 5 contoh penggunaan while dan for dalam Pseudocode.

5 Penggunaan While


====1====
Algoritma Tampil_Bintang;
IS : -
FS : Jumlah bintang yang tampil = 5
Deklarasi 
      i = integer
Begin
      i ←  0          
While (i<5)
output (*)
i ←  i + 1          
ENDWHILE
END

====2====
Algoritma Input_Nilai;
IS : -
FS : Menerima inputan nilai dari user
Deklarasi
      i = integer
      nilai = integer
Begin
i ←  1                 
While ( i <= 3)
Output ('Nilai mahasiswa ke 'i' adalah')
input ( nilai )
i ←  i + 1              
ENDWHILE
END 

====3====
Algoritma Menampilan_Tulisan;
IS : -
FS : Jumlah tulisan tampil = 5
Deklarasi
      i = integer
Begin
i ← 0                   
While ( i < 5 )
output ('saya suka mata kuliah ini')
i ←  i + 1            
ENDWHILE
END

====4====
IS : -
FS : Menampilkan pesan " Maaf anda salah " jika tebakan salah dan menampilkan "Anda benar" jika tebakan benar
Deklarasi
huruf = char
Begin
      output ('masukan huruf tebakan')
      input (huruf)
While (huruf != 'A')
      output ('maaf anda salah')
output ('masukan huruf tebakan')
input (huruf)
ENDWHILE
output ('anda benar')
END

====5====
Algoritma Tampil_Bintang;
IS : Jumlah yang tampil = 0
FS : Jumlah yang tampil = 5
Deklarasi
i = integer
Begin
i ← 0               
DO
output (*)
i ←  i + 1               
While (i < 5)
END

5 Penggunaan FOR

====1====
Algoritma Tampil_Bintang;
IS : Jumlah bintang yang tampil = 0
FS : Jumlah bintang yang tampil = 5
Deklarasi
i : integer
Begin 
FOR ( i ←  0 ; i < 5 ; i ++)
outpu (*)
END FOR
END

====2====
Algoritma Input_Nilai;
IS : -
FS : Menerima inputan nilai dari user
Deklarasi
      i = integer
      nilai = integer
Begin
FOR ( i ←  1 ; i <= 3 ; i ++)
Output ('Nilai mahasiswa ke 'i' adalah')
input ( nilai )              
ENDFOR
END 

====3====
Algoritma Menampilan_Tulisan;
IS : -
FS : Jumlah tulisan tampil = 5
Deklarasi
      i = integer
Begin
FOR (i ← 0 ; i < 5 ; i++ )
output ('saya suka mata kuliah ini')         
ENDFOR
END

====4====
Algoritma Hitung_Mundur;
IS : -
FS :  menampilkan angka dari 5 hingga 1
Deklarasi
    hitung = integer
Begin
FOR (hitung ← 5 ; hitung > 0 ; bilangan-- )
output ('hitung')         
ENDFOR
END

====5====
Algoritma Menu;
IS : -
FS :  menampilkan menu yang dipilih user
Deklarasi
    pilihan = integer
Begin
FOR (;pilihan != 2;) 
output ('menu = ...')
   output ('1.ulang')
   output ('2.keluar')
output ('pilihan:... ')
input (pilihan)
ENDFOR
output ('anda pilih keluar')
END

Contoh-contoh penggunaan diatas merupakan contoh dalam kondisi pengulangan dengan menggunakan sintak while do while maupun for yang diekspresikan dalam bahasa pemrograman pseudocode. Jika ada kesalahan penulisan mohon dimaafkan.

Thursday, October 20, 2016

5 Contoh Penggunaan Algoritma IF dan Case Dalam Pseudocode

7:09 AM Posted by Hawari Muhtarom 3 comments

Algoritma adalah sebuah cara atau metode yang digunakan untuk menyelesaikan kasus-kasus tertentu. Semua yang berhubungan dengan pemrograman pada mata kuliah Algoritma dan Pemrograman yang ada pada program studi Manajemen Informatika di Politeknik Negeri Lampung ini dipelajari dari dasar hingga tingkat yang lebih tinggi. Algoritma ini bisa direpresentasikan lewat bahasa pemrograman pseudocode. Berikut ini 5 contoh penggunaan if dan case dalam pseoudocode.

5 Penggunaan IF

====1====
Algoritma Menonton_Film_Romantis;
Deklarasi
      umur = integer
Begin 
      output ("masukan umur");
      input ("umur");
IF umur = 17 then;
      output "selamat menonton film";
else
      output "maaf anda tidak bisa menonton film ini";
END IF 

====2====
Algoritma Lampu_Lalu_Lintas;
Deklarasi
      warna = string
Begin 
      output ("masukan warna lampu");
      input ("warna");
IF warna lampu = merah then;
      output "berhenti"
   else if warna lampu = kuning then;
        output "hati-hati"
       else 
        output "jalan terus"
END IF

====3====
Algoritma Indeks_Prestasi;
Deklarasi
      NA = integer
Begin
      output ("masukan Nilai Akhir)
      input ("NA")
IF NA => 85 then
      output "A"
else IF NA < 85 AND NA => 70 then
      output "B"
else IF NA < 70 AND NA => 55 then
      output "C"
else IF NA < 55 AND NA => 40 then
      output "D"
else
      output "E"
END IF

====4====
Algoritma Menjual_Barang;
Deklarasi
      harga jual : integer
Begin
      output ("masukan harga jual")
      input ("harga jual")
      harga jual ←  5000
IF harga jual = 5000 then
      output "barang dijual"
END IF

====5====
Algoritma Nilai;
Deklarasi
      nilai = string
Begin
      output ("masukan nilai")
      input ("nilai")
IF nilai = A then
       output "memuaskan"
       else
          IF nilai = B then 
                output "cukup"
            else 
                IF nilai = C then 
                    output "kurang"
                END IF
          END IF
END IF

5 Penggunaan CASE

====1====
Algoritma Indeks_Nilai;
Deklarasi
      nilai = char
      keterangan = string
Begin
      output ("masukan nilai")
      input ("nilai")
Case nilai
      A = keterangan ←  'sangat baik';
      B = keterangan ←  'baik';
      C = keterangan ←  'cukup';
      D = keterangan ←  'kurang';
      E = keterangan ←  'sangat kurang';
   otherwise keterangan ←  "inputan A-E"
END CASE
output ("keterangan")
END

====2====
Algoritma Menampilkan_Mata_Kuliah;
Deklarasi
      no = integer
      print = string
Begin
      input ('no')
Case no
         1 = print ←  'Algoritma dan Pemrograman'
         2 = print ←  'Pengantar Teknologi Informasi'
         3 = print ←  'Logika Informatika'
END CASE
output 'print'

====3====
Algoritma Mencetak_Halaman;
Deklarasi
      nomor = integer
      print = string
Begin
      output ("masukan nomor halaman")
      input ("nomor")
Case nomor
           1 = print ←  'Halaman Judul'
           2 = print ←  'Halaman Kata Pengantar'
           3 = print ←  'Halaman Pengesahan'
END CASE
output 'print'

====4====
Algoritma Hadiah_Peringkat
Deklarasi
        no peringkat = integer
        nmperingkat = string
        hadiah = string
Begin
       output ("masukan no peringkat")
       input ("no peringkat")
Case no peringkat
         1 = nmperingkat ←  Ani
               Case Hadiah
               output ←  buku
         2 = nmperingkat ←  Ana
               Case Hadiah
               output ←  pena
         3 = nmperingkat ←  Ane
               Case Hadiah
               output ←  pensil
END CASE

====5====
Algoritma List_Menu_Makanan;
Deklarasi
      nomor list = integer
      menu = string
Begin
      output ('masuan nomor list')
      input ('menu')
Case nomor list 
           1 : nasi goreng
           2 : mie goreng
           3 : ayam goreng
END CASE
output 'Menu'

5 dari contoh penggunaan IF dan Case diatas merupakan algoritma yang direpresentasikan dalam bahasa pemrograman pseudocode. Penggunaan IF dan CASE didasarkan pada kondisi pemilihan yang dapat ditentukan selanjutnya menggunakan aksi. Dalam penggunaan IF terbagi menjadi satu pilihan (tanpa else), dua pilihan (dengan else) dan if bersarang. Sedangkan Case terbagi menjadi case tanpa otherwise, case dengan otherwise, case dengan aksi yang sama untuk beberapa nilai dan case bersarang dimana dalam case ada case lagi. Contoh-contoh diatas merupakan penggunaan if dan case yang saya buat bermacam-macam dengan kondisi pemilihan yang berbeda. Sekian penjelasan dan contoh dari saya, terimakasih.

Friday, October 14, 2016

Cara Menemukan dan Memulai Microsoft Office Word

6:00 PM Posted by Hawari Muhtarom No comments
Manajemen Informatika - Politeknik Negeri Lampung.
Microsoft Office Word merupakan apilkasi pengolah kata yang sering digunakan dikalangan masyarakat. Dalam proses kerja yang akan kita lakukan biasanya kita terlebih dahulu mencari aplikasi microsoft wordnya terlebih dahulu. Berikut ini yang akan kita bahas cara menemukan dan memulai microsoft office word.

1.A CARA MENEMUKAN MICROSOFT OFFICE

Banyak beberapa cara yang bisa digunakan untuk menemukan Microsoft Office, Didalam Microsoft Office memiliki beberapa program pengeloah kata, angka, presentasi dan lainnya. Berikut ini adalah cara menemukan Microsoft Office di Windows 8 :


1) Menemukan Microsoft Office di Apps Windows 8

• Untuk cara yang pertama bisa menggunakan atau menekan tombol windows 8 dipojok kiri.




• Setelah itu kita bisa menekan terlebih dahulu tanda panah yang mengarah kebawah untuk menemukan Microsoft Office.





• Kemudian kita bisa menarik scrol bar vertikal kearah kanan hingga menemukan aplikasi-aplikasi dari Microsoft Office tersebut.





2) Menemukan Microsoft Office dengan Mencari di Program Files : C

• Untuk cara kedua kita bisa menggunakan tombol kombinasi  Windows + E atau dengan menekan gambar Files Explore menggunakan cursor  .
 
• Selanjutnya setelah itu akan muncul partisi hardisk kita, dan kita bisa langsung memilih Local Disk C untuk mencari Microsoft Officenya.




• Untuk mencari Microsoft Office setelah memilih Local Disk C maka kita harus pilih Program Files (x86)



 

• Jika kita sudah memilih Program Files (x86) untuk tahapan selanjutnya kita bisa memilih Microsoft Office.





• Untuk bisa menemukan aplikasi-aplikasi Microsoft Office kita harus memilih Office12 .




 

• Dan kita pun bisa menemukan aplikasi-aplikasi Microsoft Office tersebut seperti Microsoft Office Outlook, Microsoft Office Power Point, Microsoft Office Publisher dan masih banyak lainnya.


 

1.B CARA MEMULAI APLIKASI  MICROSOFT OFFICE WORD
Microsoft Office Word merupakan salah satu aplikasi dari Microsoft Office. Untuk memulai atau menjalankan Microsoft Office Word juga ada beberapa cara. Berikut cara-caranya:

1) Memulai dengan Menggunakan Shortcut atau Icon.


• Sangatlah mudah untuk cara yang pertama ini yaitu dengan cara mengklik Shortcut atau Icon Microsoft Word di Dekstop kita.





• Setelah kita klik Shorcut tersebut otomatis akan membuka jendela baru Microsoft Office Word.





2) Memulai Aplikasi Microsoft Office Word di Apps Windows 8


• Cara memulai Microsoft Office Word yang kedua ini dengan cara mencari aplikasinya di Apps Windows 8, jika untuk Windows 7 bisa ditemukan di All Program Microsoft Office.  Untuk memulainya klik Windows dibagian pojok kiri.




• Lalu kita bisa menekan tanda panah untuk menuju ke Apps Windows 8.




 

• Setelah menekan tanda panah tersebut, kita bisa menggeser scrool bar vertikal ke arah kanan untuk menemukan Microsoft Office Word tersebut.




3)Memulai Aplikasi Microsoft Office Word dengan Search di Windows 8

• Untuk cara yang ketiga juga bisa dilakukan dengan menuliskan kata kunci di search Windows 8 dengan cara terlebih dahulu kita klik Windows 8 dibagian pojok kanan. Lalu dengan klik tombol Search dipojok kanan atas.
 
• Selanjutnya kita menuliskan kata kunci "Word", tunggu beberapa detik pasti akan muncul Aplikasi Microsoft Office Word tersebut.  Untuk memulainya tinggal klik saja.



Simulasi Infrastruktur Jaringan LAN

5:08 PM Posted by Hawari Muhtarom 1 comment
Jaringan merupakan salah satu poin yang diperlajari dalam program studi Manajemen Informatika Politeknkik Negeri Lampung. Dalam membuat simulasi jaringan LAN yang kita inginkan lebih baik terlebih dahulu kita membuat skemanya sesuai yang diinginkan. Menggunakan Cisco Paket Tracer kita bisa membuatnya. Berikut skema yang saya buat.


1. Selanjutnya kita isikan ip pada setiap server, untuk client tidak perlu diisi karena nantinya akan diberi service dhcp. Untuk ip kita isi sesuai ketentuan sebagai berikut : Gateway : 192.168.1.1 DNS 192.168.1.22

WEB Server http://polinela.ac.id (192.168.1.21/24) dan sub domain http://mi.polinela.ac.id (192.168.1.23/24), MAIL Server http://mail.polinela.ac.id (192.168.1.25/24), DNS server (192.168.1.22/24), DHCP Server (192.168.1.24/24), FTP Server http://ftp.polinela.ac.id (192.168.1.26/24), dan SSH Server pada Router (192.168.1.1/24)

2. Langkah berikutnya menkonfigurasi setiap server. Web server untuk polinela.ac.id dan mi.polinela.ac.id, Mail server untuk mail.polinela.ac.id, DNS Server, DHCP Server, serta FTP Server dan SSH Server pada Router

• Web server polinela.ac.id. Dalam konfigurasi Web server disini kita aktifkan services HTTP/HTTPS. Tujuannya agar bisa diakses ketika browser mengunjungi http://mi.polinela.ac.id




• Web server mi.polinela.ac.id


• FTP Server ftp.polinela.ac.id. Dalam membuat FTP Server kita pilih dibagian services lalu FTP , lalu buat akun ftpnya.


• Mail Server mail.polinela.ac.id. Mail server tugas mengirim dan menerima mail (surat elektronik). Untuk bisa menggunakannya kita harus mengaktifkan SMTP/POP3 pada Service Mail lalu membuat akun di Mail Server dan memberi alamat email disetiap clientnya.



• DNS Server. Dalam menyeting DNS server kita harus memberikan semua domain server kita seperti polinela ac.id| mi.polinela.ac.id| ftp.polinela.ac.id| mail.polinela.ac.id dan juga IP addressnya ke dalam service DNS lalu aktifkan (ON)  


• DHCP server. DHCP berfungsi memberikan IP otomatis pada client, maka kita harus menetukan batasan maksimum Users dan menetukan start IP dan memberikan subnet mask.



• SSH Server. Salah satu fungsinya yaitu untuk meremote Router lewat client ataupun mentransfer file. Untuk membangun SSH terlebih dahulu kita mengkonfigurasinya. 


3. Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya konfigurasi kita tadi kita harus melakukan pengecekan lewat client. Berikut hasil pengecekan setiap server lewat client.
• WEB Server




• FTP Server



• MAIL Server




• DNS Server



• DHCP Server



• SSH Server